Minggu, 28 April 2013

MATERI ITP PENDAHULUAN


BAB I

PENDAHULUAN

Tujuan Instruksional Umum

Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan tentang peran hijauan pakan dan prinsip produksinya.

Tujuan Instruksional Khusus

            Setelah mempelajari bab ini mahasiswa dapat :

1.      Menjelaskan pengertian-pengertian istilah dalam tanaman pakan
2.      Menjelaskan kepentingan budidaya tanaman pakan
3.      Menjelaskan problematik budidaya tanaman pakan
4.      Menjelaskan aspek pemanfaatan lahan dalam budidaya tanaman pakan
5.      Menunjukkan manfaat ekonomis budidaya tanaman pakan
6.      Menjelaskan prinsip proses produksi tanaman pakan.


Uraian dan Contoh


1.      Pengertian-pengertian

Untuk memahami ilmu tanaman makanan ternak, perlu dipahami beberapa istilah berikut ini :
  • Makanan ternak (pakan) : segala bahan yang menjadi sumber  zat makanan (nutrisi dan energi) yang bermanfaat untuk kehidupan ternak (pertumbuhan, perkembangan dan produksi)
  • Hijauan pakan (forage) : segala bahan makanan yang tergolong pakan kasar yang berasal dari pemanenan bagian vegetatif tanaman yang berupa bagian hijau yang meliputi daun, batang kemungkinan juga sedikit tercampur bagian generatif utamanya sebagai sumber makanan ternak ruminansia.
  • Padangan/pastura (pasture) : adalah lahan dengan batas-batas yang tegas (berpagar) yang ditumbuhi tanaman hijauan pakan biasanya jenis unggul yang ditujukan untuk penggembalaan ternak atau hijauan potongan
  • Padang rumput (grassland) : menunjuk kepada lahan yang didominasi oleh komunitas vegetasi tanaman rumput-rumputan tanpa menunjukkan penggunaannya sebagai pastura atau lainnya.
  • Rangeland : adalah areal yang ditumbuhi oleh vegetasi alami yang mempunyai produktivitas rendah, tanpa pemagaran, digunakan untuk pengembalaan ternak atau untuk hewan buruan
  • Ranch : suatu pemanfaatan lahan “rangeland” yang dibangun secara tetap untuk produksi ternak di mana rumput adalah sumber pakan utama
  • Agrostologi atau Ilmu Tanaman Makanan Ternak : ilmu tentang budidaya tanaman makanan ternak, yaitu bertujuan mengelola sumberdaya tanaman dan lingkungannya untuk tujuan memperoleh produksi hijauan makanan ternak secara maksimal baik kuantitas, kualitas dan kontinuitasnya.

2.      Tujuan dan Manfaat

Pada dasarnya kepentingan mempelajari ilmu tanaman makanan ternak adalah sebagai dasar membudidayakan tanaman ini untuk memenuhi kebutuhan pakan untuk kepentingan ternak, disamping terkait dengan pemanfaatan lahn untuk tujuan konservasi dan manfaat ekonomis.

                        Kebutuhan kebutuhan pakan dan nutrisi ternak
.
Kebutuhan ternak terhadap pakan tercermin dari ragam makanan pada beberapa jenis ternak seperti tercantum pada Tabel 1. berikut ini :
Tabel 1.1.  Ragam makanan beberapa jenis ternak.

Jenis
Makanan
Proporsi pakan (%) pada Jenis Ternak
Babi
Unggas
Sapi Perah
Sapi Potong
Domba
Konsentrat
97,40
95,30
26,20
18,40
6,00
Hijauan
2,60
4,70
73,80
81,60
94,00

            Hijauan pakan terutama sebagai sumber pakan pada ternak ruminansia seperti sapi perah, sapi potong dan domba.  Hijauan pakan  menjadi sumber nutrisi utama bagi ternak ruminansia, walaupun seringkali memerlukan tambahan nutrisi dari konsentrat untuk kepentingan produksi ternak yang tinggi.  Kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan secara normal sapi dara dan pejantan dapat dilihat pada Tabel 2.


Tabel 1.2. Kebuituhan nutrisi untuk pertumbuhan secara normal sapi dara dan pejantan.

Bobot Badan (kg)
Kebutuhan Nutrisi

   Kandungan Nutrisi
    Hijauan Pakan
Keterangan
BK (kg)
Prdd (%)
TDN (%)
Prdd (%)
TDN (%)
Sapi Dara
180
5,54
7,0
53
3,52
62,70
Rumput 1




6,69
60,88
Rumput 2




14,90
63,90
Legum
360
8,68
4,7
50
3,52
62,70
Rumput 1




6,69
60,88
Rumput 2




14,90
63,90
Legum
Sapi Muda (penggemukan)
270
7,95
7,5
65
3,52
62,70
Rumput 1




6,69
60,88
Rumput 2




14,90
63,90
Legum
Pejantan
450
7,95
7,5
65
3,52
62,70
Rumput 1




6,69
60,88
Rumput 2




14,90
63,90
Legum





2.2.  Pemanfaatan lahan

Pada dasarnya untuk keperluan pengembangan industri peternakan melalui pengembangan ternak sapi potong, sapi perah dan kambing/domba membutuhkan sumber pakan yang utama dari hijauan makanan ternak, walaupun dapat juga memanfaatkan sumber pakan lainnya dari limbah tanaman pertanian.  Namun permasalahan yang muncul adalah rendahnya ketersediaan areal pasrura, dilain pihak limbah tanaman pertanian tidak sepenuhnya dapat dimanfaatkan karena persaingan penggunaan dan hambatan rendahnya kualitas.  Fakta kebutuhan pengembangan peternakan dapat ditunjukkan dari masih tingginya nilai import daging dan susu untuk memenuhi permintaan, walaupun dilain pihak juga masih dirasakan masih rendahnya pemenuhan kecukupan konsumsi protein hewani asal ternak secara nasional.
Pengembangan peternakan dengan demikian sebenarnya mempunyai faktor pendukung dari aspek permintaan, disamping dukungan iklim tropika yang mempunyai curah hujan yang tinggi, adanya sumberdaya lahan dan ketersediaan hasil sampingan pertanian sebagai sumber konsentrat. 
Potensi sumberdaya lahan potensial untuk pastura tersedia sebagai padang rumput alami di luar jawa seperti di Nusa Tenggara dan Sulawesi dan konversi lahan hasil pembukaan hutan.  Sedangkan di Jawa yang tersedia adalah lahan pertanian padi, palawija, tebu dal lainya, yang mempunyai potensi limbah pertanian dan lahan limbah di luar mausim tanam dan lahan sela seperti teras dan tepi jalan.
Secara umum lahan pertanian tanaman pangan padi sawah dan lahan kering seperti di Jawa Tengah mempunyai daya dukung 1 satuan ternak/ha  Luas lahan pertanian sawah dan lahan kering di Jawa Tengah pada tahun 2000 adalah 2.676.225 ha, sedangkan populasi ternak ruminasia adalah 2.658.650 satuan ternak.  Produktivitas pastura alama adalah 0,25 satuan ternak/ha, sedangan pastura buatan dapat mencapai 2 satuian ternak/ha, dan rumput unggul potongan dapat mencapai 10 satuan ternak/ha atau lebih.  Permasalahan pakan, disamping daya tampung juga kualitas pakan juga fluktuasi produksi dan inefisiensi pemanfaatannya.
Pemanfaatan tanaman makanan ternak dapat didorong dengan keunggulan komparatif tanaman ini sebagai tanaman konservasi, khususnya pada pemanfatan lahan kering, karena tanaman ini mempunyai kemampuan menahan erosi dan menurunkan aliran permukaan (Tabel 3).

Tabel 1.3.  Perbedaan aliran permukaan dan besarnya erosi akibat pengaruh  vegetasi (Sperow and kufer, 1975).

Tanaman
Aliran permukaan
% curah hujan
Erosi
(t/musim)
Tanah bero
40,6
81,5
Jagung satu musim
23,4
34,0
Rumput thodes permanen
5, 3
26,6
Rumput lapang
5,6
4,4
Rumput lapang tertutup sempurna
0,5
0,1


                        Tinjauan ekonomis pastura

Berikut ini diuraikan perbandingan penggunaan lahan antara lahan rumput gajah untuk sapi perah  dan lahan padi data dari Taiwan.

Tabel 1.4.   Perbandingan perhitungan ekonomi lahan rumput gajah dan lahan padi sawah

Lahan I : rumput gajah
Lahan II : Padi sswah
·         Daya tamput 25 ekor/ha/tahun
·         Produksi padi 6 –10 t/ha
·         Produksi susu 3.500 kg/ekor/tahun
·         Out put protein 850 kg/ha (8,5 %)
·         Total produksi 80.500 kg
·         Bila top produksi 2 kali panen 20 t/ha/tahun
·         Out put protein 2,817 kg (3,5 %)
·         Out put protein 1.660 kg
·         Nilai rupiah susu Rp 1.000,- sampai Rp. 2000,-
·         Nilai rupiah padi Rp 1.000,- sampai Rp. 2000,-
·         Penerimaan Rp. 80.500.000,- sampai Rp. 161.000.000,-
·         Penerimaan Rp. 20.000.000,- sampai Rp. 40.000.000,-


3.      Prinsip Proses Produksi

Krakteristik produksi tanaman makanan ternak berbeda dengan tanaman pertanian pangan.  Tanaman pertanian pangan umumnya menggunakan tanaman semusim yang hanya sekali panen saja.  Sedangkan produksi tanaman makanan ternak mencerminkan produksi kumulatif selama setahun yang diperoleh dari beberapa kali pemanenan.  Produksi selama setahun berfluktuasi tergantung penyebaran curah hujan.  Dengan demikian pengelolaan tanaman makanan ternak adalah seni mendapatkan produksi tinggi, berkualitas sesuai kebutuhan ternak dan penyediaan yang kontinyu sepanjang tahun.
Prinsip proses produksi tanaman makanan ternak pada dasarnya adalah pengelolaan 3 komponen dasar proses produksi, yaitu : pertama, lahan sebagai lantai yang menyediakan energi dan ekstrak materi nutrisi dan air, kedua : tanaman sebagai mesin metabolisme yang menangkap energi dan mengekstrak materi nutrisi, serta ketiga adalah lingkungan yang menjadi factor pembatas.  Gambaran prinsip proses produksi dapat dilihat pada Gambar berikut ini.








 




LAHAN
PASTURA
 
                                                                                                                                

















Ee : Produksi
 

 
                                                                                                                                                                     
Ee :Pupuk
      Pestisida
 
Teknologi
 
Informasi
 
Iklim, tanah
 
LINGKUNGAN
 
                                                                                                                                                                                           


 





Gambar 1.1.   Prinsip proses produksi pastura

Keterangan : En = Energi non ekonomis
                      Ee = Energi ekonomis

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar